Minggu, 16 Februari 2014

Kisah Pilu Dibalik Kesuksesan Personel One Direction

Semua orang pasti ingin memiliki kehidupan yang sama dengan boy band asal Inggris, One Direction. Kelima pria ini memiliki hidup yang menyenangkan, terkenal, memiliki banyak fans dan pastinya memiliki banyak uang.
Tapi, siapa yang menyangka jika leluhur mereka memiliki hidup yang berbanding terbalik dengan mereka sekarang ini.
Sebuah penelitian sejarah keluarga dari situs Ancestry.co.uk menunjukkan bahwa kakek buyut Harry, Martin Boon meninggal pada kecelakaan yang sangat mengerikan pada tahun 1893. Leluhur Harry kebanyakan adalah seorang petani yang berasal dari Norfolk.
Kakek buyut Harry yang lainnya, Robert Dennington ternyata pernah terlibat perkelahian karena mabuk pada tahun 1859 dan terlibat kasus pencurian pada dua tahun kemudian.
Kakek Liam, Douglas Harris ternyata memiliki toko roti di sekitar Birmingham pada tahun 1950. Keempat kakek buyut Liam bekerja di kereta api, dua diantaranya adalah seorang kuli kereta api, dan satu dari mereka adalah seorang pelatih di perusahaan kereta api.
Kakek buyut Liam yang bernama Michael Biddulph ternyata memiliki hidup yang cukup menyedihkan, karena dia harus menjadi tukang cukur di Birmingham dalam keadaan tuli dan bisu. Nenek buyut Liam, Rosina Biddulph adalah seorang penjahit dan buruh pada tahun 1929.
Willian Poulston adalah kakek buyut Louis yang berkerja sebagai pembuat keranjang yang buta di Manchester. Beberapa keluarga Louis tinggal di Belgia hingga tahun 1880.
Keluarga Niall Horan ternyata berasal dari keluarga yang bekerja sebagai buruh dan petani di desanya, County Westmeath di Irlandia.
Leluhur Zayn Malik sebagian besar bekerja sebagai tukang batu dan pembuat sepatu. Sedangkan salah satu kakek buyut Zayn, Adam Bromley bekerja sebagai pedagang.
Manajer Ancestry.co.uk, Miriam Silverman mengtakan bahwa kehidupan leluhur One Direction memang sangat menyedihkan. Jauh berbeda dengan kehidupan One Direction sekarang ini yang sudah memiliki segala yang mereka inginkan. (k9/yri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar